Alur Cerita Maupun Plot Untuk Menulis Skenario

Kita agaknya sudah terbiasa mendengar kata plot, / alur kaul. Bahkan hampir setiap hari kita menyukai alur kaul pada film atau sandiwara yang saya tonton. Plot ini sebagai wajib adanya dalam membuat sebuah cerita, termasuk dalam penulisan sketsa.

Dalam penulisan skenario film layar mega, FTV sekalipun sinetron, garis besar ini terdiri dari dua macam, yaitu plot setia dan plot bercabang.

Garis besar lurus
Plot lurus ialah pola plot linear. Adalah alur karya yang semuanya berfokus di tokoh superior yang jadi sentral cerita. Semua adagan yang terselip dalam film dengan garis besar lurus ini selalu terkait dengan tokoh utamanya. Plot lurus itu sering dimanfaatkan pada Film baik layar lebar, film televisi, serta serial terjeblos.


Plot mendua
Plot samar-samar biasa pun disebut beserta istilah multiplot. Yaitu desain suatu nasihat yang memiliki fokus karya lebih pesek, tidak seharga berfokus pada satu tokoh sentral aja. Model kaul dengan garis besar bercabang ini memilki kaum tokoh superior dengan kontroversi yang luar biasa, hanya saja wajah sentralnya tetap berkaitan secara masing-masing perang pena cerita, meskipun tidak berdasar pada langsung. Plot bercabang tersebut banyak digunakan pada kaul sinetron beserta episode yang panjang. Lebih dari itu kita acap melihat update sinetron striping yang ditengah jalan cerita terbit tokoh-tokoh baru dengan plot yang baru pula, bahkan plot pertama ini terus dikembangkan muncul jalan cerita pada sinetron tersebut semakin kompleks dan tertambat mengada-ada.

Kedua jenis garis besar ini menjadi acuan untuk penulisan kaul apasaja bukan hanya pada penulisan skenario. Dalam penulisan karya sastera pun garis besar ini dikenakan oleh penulis untuk meningkat ceritanya. Dalam penulisan cerpen dengan total kata yang terbatas penulis mutlak mempergunakan single plot atau tali air cerita sungguh, hanya berfocus pada tunggal tokoh pemfokusan saja. Tetapi pada penulisan novel secara jumlah perintah yang tidak tertahan, umumnya penulis menggunakan multiplot atau tali air cerita tengkoh untuk mengganjal konflik wajah sentral.

Pemanfaatan multiplot bahkan single garis besar ini memerankan penting dalam diketahui bahkan untuk penulis pemula. sinopsis naagin anda padahal belajar menurun skenario, amat disarankan dalam menggunakan single plot pada menyusun nasihat. Dengan memakai alur cerita tunggal besar kemungkinan carita yang anda buat lebih teras dan gak melebar kemana-kemana, sehingga untai ceritanya kian jelas.

Contoh alur karya Lurus

Engkau bisa melihat contoh jejak cerita natural pada sketsa FTV. FTV dengan era yang biasanya 90-120 menit termasuk propaganda ini menggukan alur cerita tunggal. Sebagai contohnya merupakan cerita FTV baik yang tayang yang SCTV sekalipun RCTI.

Kecuali pada FTV kita melihat alur nasihat tunggal saat serial sunyi. Serial robek adalah sinema elektronik atau sinetron pada fokus kaul, atau perkara cerita yang berbeda pada setiap episodenya. Setiap episode tokoh tertinggi mengalami ahad konflik yang kemudian diselesaikan dalam fragmen itu pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *